Posts Tagged ‘vitamin B6’

Nutrition Vitamins to Beat Hair Loss

How To Beat Hair Loss With Vitamins?

Vitamins that keep hair healthy should be a consideration for those who desire thick, luxurious hair. There are supplements which are designed specifically for hair and contain essential nutrients for optimum hair growth. There are several reasons for taking vitamins for your hair. Vitamins can prevent hair breakage, make you hair grow faster, strengthen hair and skin, and promote natural hair growth.

Hair loss is a common unhealthy hair problem. But this problem can be fixed by treating it with vitamins.

Hair Loss Nutrition Vitamins

vitamin hairVitamins like B complex, fatty acids and amino acids are the essential hair loss nutrition which helps in the blocking of Di-Hydro testosterone hormone.

Especially B6, folic acid, biotin and inositol inadequacy causes hair loss. The minerals like magnesium and zinc and vitamins like panthothenic acid and niacin are the hair loss nutrition that is essential for hair growth, which stimulates the hair follicle cells.

Apart from vitamins, amino acids play a major role in hair thickening system. The absence of B-complex vitamin diet causes more serious problems in hair loss. Excess intake of hair loss nutrition and vitamins through supplements results in stimulating hair growth. Vitamin E and Vitamin C is also essential for hair growth.

Proteins and iron are also hair loss nutrition helping in the restoration of hair in the case of baldness.

 

Pola nutrisi penderita autis

Autis adalah suatu gangguan perkembangan dan fungsi otak. Penderita autis akan kesulitan dalam mengendalikan pikiran, pemahaman, dan komunikasi dengan orang lain. Sebagai seseorang dengan kondisi khusus, makanan yang diberikan pun tidak boleh asal-asalan. Pola nutrisi penderita autis memang seharusnya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Namun, saya akan coba berbagi sedikit informasi.

Pola nutrisi untuk penderita autistik misalnya:

1. Karbohidrat

Berikan penderita beras dan beras merah. Hindari protein gluten seperti terigu, oat, barley, dan rye dan hasil olahannya. Berdasarkan penelitian Dr Karely Hovarth dari Maryland School of Medicine, Amerika Serikat menunjukkan 55 persen anak autis yang diteliti memiliki enzim pencernaan di bawah normal. Sedangkan gluten adalah polipeptida-protein rantai pendek-yang sulit dicerna sehingga sebagian besar hanya akan terbuang dalam bentuk feses. Malah ada kemungkinan penderita autis mengalami alergi akibat kebocoran dan hipermeabilitas usus.

Dapatkan panduan nutrisi BEBAS Gluten

2. Protein

Hindari daging berwarna merah, terutama daging sapi, ayam negeri, telur ayam negeri, dan olahannya seperti ham, sosis, kornet, bakso, dll. Dianjurkan: ikan, ayam kampung, tahu, tofu, tempe, dll. Hindari protein kasein pada susu sapi/hewan karena adanya beberapa enzim pencernaan yang tidak bekerja dengan baik pada anak autis, sehingga protein tidak dapat dicerna dengan sempurna sehingga terbentuk peptida yang dapat memicu gejala autisme. Konsumsi susu sapi juga dapat diganti dengan susu kedelai.

3. Lemak

Lemak jenuh dibatasi, konsumsi lah asam lemak esensial seperti omega 3, DHA dan EPA

4. Buah-buahan

Batasi buah impor seperti apel dan anggur karena kemungkinan adanya pengawet berupa lapisan lilin di kulitnya yang bisa memicu autis. Dianjurkan mengkonsumsi pepaya dan nanas.

5. Konsumsi vitamin B6 (piridoksin)

Vitamin B6 berperan dalam memperbaiki fungsi otak dan kerusakan sel. Lebih dari 100 reaksi kimia yang melibatkan enzim membutuhkan vitamin B6 dalam prosesnya. Vitamin B banyak berperan dalam pembentukan senyawa kimia penghantar pesan antar-sel saraf (neurotransmitter). Beberapa makanan sumber vitamin B6 adalah hati sapi, daging ayam tidak berlemak, daging ayam panggang, nasi putih, dan pisang.

6. Hindari pengawet/pemanis, pewarna, aroma kimia makanan, penyedap makanan.

7. Mengkonsumsi antioksidan untuk meningkatkan kerja otak.

8. Hindari alkohol, minuman berkafein (teh/kopi), minuman bersoda, coklat, gula, biskuit, es krim.

9. Olahraga secara teratur.