Posts Tagged ‘label’

Baca dan perhatikan label suplemen!

Judul artikel ini terkesan memaksa ya? Hehe…

Maksudnya sih hanya ingin membuat kamu ngeh apa-apa saja yang perlu diperhatikan dalam label suplemen. Apa yang dicantumkan di label suplemen dan apa yang penting untuk kamu ketahui. Seandainya kamu tidak menemukan salah satu informasi penting yang seharusnya tercantum, hmmm layak dipertanyakan nih produknya! (more…)

Tips memilih suplemen kualitas terbaik

Saya pernah membaca sebuah buku berjudul “Paradox of Choices”. Singkatnya, buku tersebut mengupas kondisi saat ini dimana orang sulit mebuat pilihan karena terlalu banyaknya pilihan. Kamu pasti menghadapi hal yang sama kan?

Dalam menentukan produk suplemen mana yang mau dibeli juga tidak mudah. Di atas etalase apotik, toko obat atau supermarket berderet suplemen merk A, B, C sampai Z. Sewaktu browsing internet pun ketika kamu ketikkan kata kunci “supplements”, jumlah produk yang ditemukan bisa jutaan. Nah lho, kalau begini kamu jadi bingung kan. Kira-kira hal apa yang harus dipertimbangkan supaya tidak dibodohi dan tertipu produk-produk suplemen yang mengaku nomor wahid, ini lah, itulah. Ingat pesan saya untuk senantiasa cermat dan cerdas sebelum membeli produk apapun (ini bukan titipan pesan YLKI* lho!)

Tips sebelum membeli suplemen :

  1. Minta rekomendasi teman, saudara atau siapapun yang pernah konsumsi.
  2. Baca label. Lihat bagian yang mencantumkan komposisi/ingredients produk apakah mengandung chemical (bahan kimia). Sebaiknya hanya pilih suplemen yang terbuat dari bahan-bahan natural (<a href= “http://best-vitaminsupplements.com/faq”>klik disini untuk lihat daftar ingredient natural dan chemical</a>.
  3. Cari kode BPOM. Adanya kode ini berarti suplemen telah lulus uji standar. Singkat kata, AMAN! Memangnya kamu mau konsumsi suplemen yang berbahaya dan berkemungkinan kontaminasi.
  4. Pilih produsen terpercaya. Alasannya adalah ada produsen yang berani ‘main kotor’. Produk yang diuji nantinya bisa berbeda dengan yang dipasaran. Ini fakta lho karena ini bocoran teman saya di BPOM.
  5. Harga relatif, saya tidak bisa menyarankan untuk selalu pilih yang mahal dengan persepsi harga sebanding dengan kualitas.

*) Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia