Suplemen vitamin-Salah persepsi
Tadi saya sempatkan mampir ke yahoo answer sekedar cari inspirasi untuk blog saya. Ada pertanyaan mengenai harus tidak sih konsumsi suplemen vitamin. Karena si penanya itu dicekoki 6 jenis suplemen oleh mamanya dengan alasan karena dia sedang masa pertumbuhan. Duhh kasihan yaa.. Sebenarnya pertanyaan tadi sederhana tapi masih sering juga orang-orang tidak tahu jawabannya. Mungkin juga kamu salah satunya.
Nah, sebelumnya kita refresh dulu ya tentang beberapa hal supaya tidak makin salah kaprah :
- Vitamin itu adalah komponen organik yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Untuk itu, kita harus konsumsi makanan yang mengandung vitamin yang kamu perlukan.
- Tubuh butuh vitamin hanya dalam jumlah yg sangat sedikit, biasanya dalam ukuran mikro (1 per 1 juta gram). Meski sedikit tapi pengaruhnya cukup besar lho kalau kebutuhan akan vitamin tidak dipenuhi. ( klik disini kalau kamu mau tahu jumlah konsumsi vitamin yang disarankan)
Jadi sebenarnya kalau pola makan kamu benar dengan variasi makanan yang lengkap dan beragam pasti kamu tidak butuh asupan tambahan vitamin (baca: suplemen). Lebih alami dan bisa lebih irit kan karena kamu tidak perlu beli suplemen-suplemen yang jelas harganya tidak murah itu.
Kecuali mereka dengan kondisi khusus, misal orang yang sedang sakit, lansia, hamil, stress. Mereka dalam kondisi tersebut memang kebutuhannya akan meningkat dibandingkan kondisi normal. Bayangkan kalau vitamin mereka semuanya dipenuhi dengan makanan, berapa banyak makanan yang dipaksakan harus dilahap setiap harinya. Bisa-bisa yang sakit makin sakit deh.
Bagi yang makannya cenderung pemilih, kamu harus pintar-pintar mengakali dan mencari makanan lain sebagai sumber vitamin harian kamu ya.
Posted in dietary
October 31st, 2008 at 2:16 pm
[...] dalam tulisan saya “Suplemen vitamin-salah persepsi”, saya menuliskan bahwa hanya orang-orang kondisi tertentu yang sebaiknya mengkonsumsi suplemen. [...]