Minuman isotonik = suplemen vitamin?
Menurut medterms[dot]com, isotonik adalah cairan dengan konsentrasi garam sama dengan cairan tubuh (darah). Itulah kenapa produk-produk isotonik diiklankan sebagai pengganti cairan tubuh dan dipersepsikan di kepala kita bahwa produk ini lebih bermanfaat ketimbang air putih. Saya penasaran untuk memastikan apakah produk tersebut dapat menggantikan konsumsi suplemen vitamin. Karena kalau kamu perhatikan kandungan vitaminnya, ternyata cukup untuk mencukupi kebutuhan vitamin harian kita. Jadi kalau dipikir-pikir, sama saja dong minuman isotonik dengan vitamin suplemen? Toh sama-sama memenuhi apa yang kita butuhkan. Kamu pernah memikirkan hal ini tidak? Jangan-jangan cuma saya saja nih.
Minuman isotonik umumnya mengandung vitamin C dan B kompleks. Berikut saya perlihatkan kandungan vitamin dalam salah satu kemasan produk isotonik.
-
- Vitamin C : 111 mg
- Vitamin B3 : 6 mg
- Vitamin B5 : 3,2 mg
- Vitamin B6 : 1 mg
- Vitamin B12 : 3 mg
Mengacu pada RDA ( lihat definisi RDA disini) bahwa jumlah konsumsi harian yang dianjurkan untuk keempat jenis vitamin tersebut sebanyak 45 mg (vitamin C) dan kisaran 1,5-3 mg (vitamin B kompleks). Dilihat dari jumlahnya pun ternyata mencukupi kebutuhan harian kita akan vitamin tersebut kan. Jadi minuman isotonik terbukti sama fungsinya dengan suplemen vitamin?
Setelah ditelusuri lebih jauh ternyata kedua produk tersebut tidak bisa dianggap sama meski sama-sama mengandung vitamin dalam jumlah sesuai kebutuhan tubuh. Perbedaannya adalah fungsi utama minuman isotonik adalah sebagai pengganti cairan tubuh. Namanya saja sudah “iso” yang berarti sama dan “tonik” yang berati cairan. Oleh karena itu, cairan isotonik sudah pasti mengandung natrium dan klorida (ingat kalau NaCL atau Natrium klorida itu adalah garam) sehingga bila minuman isotonik dikonsumsi sehari-hari maka kadar garam dalam tubuh akan meningkat. Pengaruh meningkatnya kadar garam hingga level tertentu bisa berbahaya lho akibatnya.
January 4th, 2009 at 5:19 pm
mksh y bwt artikelnya, bnr2 bermanfaat nmbh wwsn aq..
tp knpa akbt dr mningkatnya kdar garam itu g dicntum kan???pling g skilas j gt,.
January 6th, 2009 at 9:10 am
@ririn
hai, terima kasih sudah mampir.
jadi gini, kalau kadar garam di tubuh meningkat bisa berakibat kekentalan darah meningkat. Ririn sudah tau belum efek selanjutnya? darah yang terlalu kental susah untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Darah itu kan mengangkut oksigen. nah kalau ada bagian tubuh yang kekurangan darah, fungsinya bisa terganggu. Salah contoh penyakitnya adalah hipertensi dan stroke
October 8th, 2009 at 10:27 pm
thanks


