Mereka butuh tambahan vitamin
Di dalam tulisan saya “Suplemen vitamin-salah persepsi”, saya menuliskan bahwa hanya orang-orang kondisi tertentu yang sebaiknya mengkonsumsi suplemen. Kondisi seperti apakah? Ini dia lengkapnya : (more…)
Di dalam tulisan saya “Suplemen vitamin-salah persepsi”, saya menuliskan bahwa hanya orang-orang kondisi tertentu yang sebaiknya mengkonsumsi suplemen. Kondisi seperti apakah? Ini dia lengkapnya : (more…)
Saya pernah membaca sebuah buku berjudul “Paradox of Choices”. Singkatnya, buku tersebut mengupas kondisi saat ini dimana orang sulit mebuat pilihan karena terlalu banyaknya pilihan. Kamu pasti menghadapi hal yang sama kan?
Dalam menentukan produk suplemen mana yang mau dibeli juga tidak mudah. Di atas etalase apotik, toko obat atau supermarket berderet suplemen merk A, B, C sampai Z. Sewaktu browsing internet pun ketika kamu ketikkan kata kunci “supplements”, jumlah produk yang ditemukan bisa jutaan. Nah lho, kalau begini kamu jadi bingung kan. Kira-kira hal apa yang harus dipertimbangkan supaya tidak dibodohi dan tertipu produk-produk suplemen yang mengaku nomor wahid, ini lah, itulah. Ingat pesan saya untuk senantiasa cermat dan cerdas sebelum membeli produk apapun (ini bukan titipan pesan YLKI* lho!)
Tips sebelum membeli suplemen :
*) Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
Tadi saya sempatkan mampir ke yahoo answer sekedar cari inspirasi untuk blog saya. Ada pertanyaan mengenai harus tidak sih konsumsi suplemen vitamin. Karena si penanya itu dicekoki 6 jenis suplemen oleh mamanya dengan alasan karena dia sedang masa pertumbuhan. Duhh kasihan yaa.. Sebenarnya pertanyaan tadi sederhana tapi masih sering juga orang-orang tidak tahu jawabannya. Mungkin juga kamu salah satunya.
Nah, sebelumnya kita refresh dulu ya tentang beberapa hal supaya tidak makin salah kaprah :
Jadi sebenarnya kalau pola makan kamu benar dengan variasi makanan yang lengkap dan beragam pasti kamu tidak butuh asupan tambahan vitamin (baca: suplemen). Lebih alami dan bisa lebih irit kan karena kamu tidak perlu beli suplemen-suplemen yang jelas harganya tidak murah itu.
Kecuali mereka dengan kondisi khusus, misal orang yang sedang sakit, lansia, hamil, stress. Mereka dalam kondisi tersebut memang kebutuhannya akan meningkat dibandingkan kondisi normal. Bayangkan kalau vitamin mereka semuanya dipenuhi dengan makanan, berapa banyak makanan yang dipaksakan harus dilahap setiap harinya. Bisa-bisa yang sakit makin sakit deh.
Bagi yang makannya cenderung pemilih, kamu harus pintar-pintar mengakali dan mencari makanan lain sebagai sumber vitamin harian kamu ya.