Archive for October, 2008

Mereka butuh tambahan vitamin

Di dalam tulisan saya “Suplemen vitamin-salah persepsi”, saya menuliskan bahwa hanya orang-orang kondisi tertentu yang sebaiknya mengkonsumsi suplemen. Kondisi seperti apakah? Ini dia lengkapnya : (more…)

Tips memilih suplemen kualitas terbaik

Saya pernah membaca sebuah buku berjudul “Paradox of Choices”. Singkatnya, buku tersebut mengupas kondisi saat ini dimana orang sulit mebuat pilihan karena terlalu banyaknya pilihan. Kamu pasti menghadapi hal yang sama kan?

Dalam menentukan produk suplemen mana yang mau dibeli juga tidak mudah. Di atas etalase apotik, toko obat atau supermarket berderet suplemen merk A, B, C sampai Z. Sewaktu browsing internet pun ketika kamu ketikkan kata kunci “supplements”, jumlah produk yang ditemukan bisa jutaan. Nah lho, kalau begini kamu jadi bingung kan. Kira-kira hal apa yang harus dipertimbangkan supaya tidak dibodohi dan tertipu produk-produk suplemen yang mengaku nomor wahid, ini lah, itulah. Ingat pesan saya untuk senantiasa cermat dan cerdas sebelum membeli produk apapun (ini bukan titipan pesan YLKI* lho!)

Tips sebelum membeli suplemen :

  1. Minta rekomendasi teman, saudara atau siapapun yang pernah konsumsi.
  2. Baca label. Lihat bagian yang mencantumkan komposisi/ingredients produk apakah mengandung chemical (bahan kimia). Sebaiknya hanya pilih suplemen yang terbuat dari bahan-bahan natural (<a href= “http://best-vitaminsupplements.com/faq”>klik disini untuk lihat daftar ingredient natural dan chemical</a>.
  3. Cari kode BPOM. Adanya kode ini berarti suplemen telah lulus uji standar. Singkat kata, AMAN! Memangnya kamu mau konsumsi suplemen yang berbahaya dan berkemungkinan kontaminasi.
  4. Pilih produsen terpercaya. Alasannya adalah ada produsen yang berani ‘main kotor’. Produk yang diuji nantinya bisa berbeda dengan yang dipasaran. Ini fakta lho karena ini bocoran teman saya di BPOM.
  5. Harga relatif, saya tidak bisa menyarankan untuk selalu pilih yang mahal dengan persepsi harga sebanding dengan kualitas.

*) Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

Suplemen vitamin-Salah persepsi

Tadi saya sempatkan mampir ke yahoo answer sekedar cari inspirasi untuk blog saya. Ada pertanyaan mengenai harus tidak sih konsumsi suplemen vitamin. Karena si penanya itu dicekoki 6 jenis suplemen oleh mamanya dengan alasan karena dia sedang masa pertumbuhan. Duhh kasihan yaa.. Sebenarnya pertanyaan tadi sederhana tapi masih sering juga orang-orang tidak tahu jawabannya. Mungkin juga kamu salah satunya.

Nah, sebelumnya kita refresh dulu ya tentang beberapa hal supaya tidak makin salah kaprah :

  1. Vitamin itu adalah komponen organik yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Untuk itu, kita harus konsumsi makanan yang mengandung vitamin yang kamu perlukan.
  2. Tubuh butuh vitamin hanya dalam jumlah yg sangat sedikit, biasanya dalam ukuran mikro (1 per 1 juta gram). Meski sedikit tapi pengaruhnya cukup besar lho kalau kebutuhan akan vitamin tidak dipenuhi. ( klik disini kalau kamu mau tahu jumlah konsumsi vitamin yang disarankan)

Jadi sebenarnya kalau pola makan kamu benar dengan variasi makanan yang lengkap dan beragam pasti kamu tidak butuh asupan tambahan vitamin (baca: suplemen). Lebih alami dan bisa lebih irit kan karena kamu tidak perlu beli suplemen-suplemen yang jelas harganya tidak murah itu.

Kecuali mereka dengan kondisi khusus, misal orang yang sedang sakit, lansia, hamil, stress. Mereka dalam kondisi tersebut memang kebutuhannya akan meningkat dibandingkan kondisi normal. Bayangkan kalau vitamin mereka semuanya dipenuhi dengan makanan, berapa banyak makanan yang dipaksakan harus dilahap setiap harinya. Bisa-bisa yang sakit makin sakit deh.

Bagi yang makannya cenderung pemilih, kamu harus pintar-pintar mengakali dan mencari makanan lain sebagai sumber vitamin harian kamu ya.